Perkembangan Psikologi pada Masa Pranatal
Membahas
tentang kebidanan pasti tidak akan jauh jauh dari kehamilan, persalinan, masa
nifas atau yang lebih berat pembahasannya yaitu tentang AKI (Angka Kematian
Ibu) yang masih tinggi di Indonesia yaitu data terakhir sekitar 359 per 100.000
KH, padahal kesepakatan dunia yang tertuang pada MDG’s pada tahun 2015 AKI 102
per 100.000 KH. Disini kita tidak akan membahas materi yang berat-berat. yang ringan
aja hehe..
Dimulai dari kegalauan atas asumsi asumsi saya tentang stimulasi perkembangan
psikologi anak sejak dalam kandungan, ada yang memperdengarkan musik, Al-quran
, atau dengan cerita-cerita dongeng untuk stimulasi perkembangan otak bayi. Yaa
memang saya pun setuju tapi kurang kuat kalau berpendapat tanpa ada buku referensi. yang
sebenarnya saya hanya mengandalkan info dari dosen atau pemateri di acara
seminar atau workshop yang menurut saya infonya perlu dikuatkan dengan teori
yang ada di buku sehingga ketika berpendapat atau memberikan informasi pada orang
lain terutama pasien, info tersebut kuat dan bisa dipertanggungjawabkan.
Ini
dia bukunya..
Penulis: Herri Zan Pieter, S.Psi
Dr. Namora Lumongga Lubis, M.Sc
Penerbit: Kencana Prenada Media Group
Dr. Namora Lumongga Lubis, M.Sc
Penerbit: Kencana Prenada Media Group
Tahun 2010
Oke
langsung aja ke pembahasan tentang “Perkembangan Psikologi pada Masa Pranatal”
- Perkembangan pada sensor perasa dan pencium
Perkembangan sel perasa dan pencium
janin dimulai pada usia 14 minggufase kehamilan dan akan terus berkembang
hingga lahir (Bartoshuk dan Beauchamp, 1994). Pembelajaran terhadap penciuman
dan merasa telah dimulai saat bayi mencium aroma yang dikonsumsi ibunya. Rasa dan
pembauan makanan yang dikonsumsi ibu ditransmisikan kepada janin melalui cairan
amniotic.
- Kualitas pendengaran semakin meningkat
Sensori
pendengaran janin diketahui berkembang ketika merespon suara detak jantung dan
getaran-getaran ibunya yang dimulai pada 26 minggu kehamilan dan terus
meningkat dan mencapai puncaknya pada usia 32 minggu kehamilan (Kisilevsky,
Muair, dan Low, 1992). Bagi janin yang jarang atau sama sekali tidak menerima
stimulus pendengaran kemungkinan besar dia mengalami keterlambatan dalam
perkembangan bahasa dan kesulitan membaca.
- Perkembangan dalam belajar dan mengingat
Perkembangan
belajar janin telah diketahui ketika dia mengisap jari di dalam Rahim. Sementara
perkembangan mengingat diketahui ketika bayi merekam setiap pembicaraan ibunya,
atau ketika ibu sedang membacakan cerita-cerita dengan keras pada masa
kehamilan. Membacakan cerita-cerita dengan suara keras lebih mengaktifkan
rekaman ingatan bayi ketimbang ibu yang sama sekali tak pernah membacakan
cerita pada masa kehamilan (DeCasper dan Spense, 1986).
Sedikit
tapi semoga bermanfaat J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar